Geliga Band
Geliga di dirikan di Pekanbaru pada tahun 2002. Didukung oleh sejumlah musisi dengan latar belakang dan pengalaman, kelompok ini mencoba berangkat dari keinginan untuk mengangkat khasanah musik Melayu dengan memasukkan unsur-unsur jazz menjadi salah satu pilihan dalam kelompok ini.

Arti Geliga: semacam "buntat" atau batu mustika yang memancarkan sinar dan kecermelangan. Dia menjadi idaman Melayu, sekaligus idaman kolektif. Siapa yang menyimpan mustika itu, dia bisa mengobati segala penyakit dan menghilangkan dahaga dan menghindari segala wabah dan bencana. Dalam ungkapan Melayu, "Otah anak ini bergeliga" : artinya pemikiran yang amat cemerlang dan merengkuh zaman. Geliga dalam musik, kami tafsirkan sebagai ungkapan nyanyian burung-burung yang be"Geliga". sebab ujar athar, seniman musik dan pelantun itu adalah jelmaan (Reinkarnasi) dari burung-burung. entah burung apa......

Personil Geliga Band
Eri Bob (Piano, Keyboard, Violin, Guitar on Rona Merona-Promised Lan)
Arman Rambah (Acordion)
Yusman Yahya (Saxophone)
Iwan (Guitar)
Ryan (Electric Bass & Fretless Bass)
Frankie (Drum)
Andi (Tabla)
MAt Rock (Bebano)
Siska ( Vocal )

Executive Produser   : Yusmar Yusuf
Album Produser         : Riau Jazz Turbulence
Production Manager  : Sugiono
Promotional Manage r: Ophe de Gustin

Riau Jazz Turbulence
Komplek Bandar Serai (Purna MTQ) Anjungan Batam
Email : contact@riaujazzturbulence.com , Phone / Fax :0761 7741532
Pekanbaru - Riau
 

 
20 November 2008
 
   
   
dang bulan nan julang
Melayari dan melayani wilayah eskatologis dalam simpai Melayu dan hidangan "teks" mengenai wliayah eksotorik; menjadi muatan utama album Geliga bertajuk Dang Bulan Nan Julang

Seakan hendak melayari bentangan samudra maha luas, geliga sebuah noktah yang berpayung bulan, bergulung ombak, menerkam kedalam segara, menjilat langit. Semuanya dihajat sebagai Ikhtiar untuk memanjakan kehidupan demi melayani kemanusiaan yang hakiki. Bahwa Jazz dan Melayu ialah sebuah cara melayani, jalan memanjakan kehidupan, metode merawat segenap kehidupan dalam bentang biotop maha luas. Berlapis-lapis dan berlapis.

Walau semua berawal dan berakhir dengan diam. Di antara diam, tersedia ruang-ruang yang mesti diisi; dengan bunyi, suara, warna, garis, kala dan ketika. Geliga mengisi seluruh sisi nadi

Disamping itu, musik Geliga juga menjadi referensi pada Jurusan musik STSI Padang Panjang dan Jurusan Etnomusikologi Universitas Nommensen, Medan.

Umumnya, lagu-lagu yang ditampilkan Geliga di dominasi oleh musik Melayu baik notasi maupun ritmenya. Namun, lagu-lagu itu kemudiancoba diusung dengan memasukan sentuhan Jazz yang memberi kemungkinan keleluasaan berimprovisasi.

LAGU GELIGA
Rona Merona, Promissed Land, Senja Sentarum, Tampuk Ranggi, Cerutai, Tunjuk Langit, Mannasalwa, Selasar, Navy Blue, Main Gasing, Awan Juwita, Tanjung Katung, Galaxy


Back Home

 
Copyright © 2007 Yayasan Riau Jazz Turbulence
Designed by Mediaprotech.Inc