dang
bulan nan julang
Melayari dan melayani wilayah eskatologis dalam simpai
Melayu dan hidangan "teks" mengenai wliayah
eksotorik; menjadi muatan utama album Geliga bertajuk
Dang Bulan Nan Julang
Seakan hendak melayari bentangan samudra maha luas,
geliga sebuah noktah yang berpayung bulan, bergulung
ombak, menerkam kedalam segara, menjilat langit. Semuanya
dihajat sebagai Ikhtiar untuk memanjakan kehidupan
demi melayani kemanusiaan yang hakiki. Bahwa Jazz
dan Melayu ialah sebuah cara melayani, jalan memanjakan
kehidupan, metode merawat segenap kehidupan dalam
bentang biotop maha luas. Berlapis-lapis dan berlapis.
Walau semua berawal dan berakhir dengan diam. Di
antara diam, tersedia ruang-ruang yang mesti diisi;
dengan bunyi, suara, warna, garis, kala dan ketika.
Geliga mengisi seluruh sisi nadi
Disamping itu, musik Geliga juga menjadi referensi
pada Jurusan musik STSI Padang Panjang dan Jurusan
Etnomusikologi Universitas Nommensen, Medan.
Umumnya, lagu-lagu yang ditampilkan Geliga di dominasi
oleh musik Melayu baik notasi maupun ritmenya. Namun,
lagu-lagu itu kemudiancoba diusung dengan memasukan
sentuhan Jazz yang memberi kemungkinan keleluasaan
berimprovisasi.
LAGU GELIGA
Rona Merona, Promissed Land, Senja Sentarum, Tampuk
Ranggi, Cerutai, Tunjuk Langit, Mannasalwa, Selasar,
Navy Blue, Main Gasing, Awan Juwita, Tanjung Katung,
Galaxy
Back Home