Interaktif
Login Form
Statistics
Anggota : 122Isi : 24
Links Situs : 6
Content View Hits : 7554
| Eksistensi |
|
|
|
| Ditulis oleh Ryan |
| Minggu, 17 Januari 2010 14:34 |
|
Agustus 2003, saya diberi sebuah kaset yang berisi beberapa komposisi dari seorang yang biasa saya panggil bang eri-kenal ketika saya masih bermain di sebuah pub di Pekanbaru bebrapa tahun sebelumnya- seorang keyboardis yang waktu itu seingat saya juga masih sering main di pub-pub kota Pekanbaru. Namun ketika kaset itu saya putar di rumah, saya terperangah, beatnya menghentak, nuansa melayu yang kental, namun chord-nya kok bukan chord yang umum ya?Kasut Baru, Ayahanda, Nun Jauh, Ya Zapiin Ya Samrah, adalah judul-judul lagu (instrumental) yang asing di telinga, namun menyita perhatian dan rasa penasaran. Saya harus bertanya sana sini arti judul-judul lagu tersebut (kalau chord-nya saya tanya ke komposer tentunya, ha.. ha..). Di Bulan itu juga, kami 'dipaksa' memainkan komposisi tersebut dalam helat yang disebut Kenduri Seni Melayu di Batam, dengan bintang tamu jazz pianis Idang Rasyidi dan guitaris Agam Hamzah... Sebuah pengalaman pertama yang membanggakan. Dalam hati saya langsung berujar, saya harus tetap memainkan musik seperti ini. karena saya yakini tidak ada musik dengan warna seperti ini di belahan Bumi lain, dimanapun...Januari 2010, saya menulis artikel ini di studio milik Geliga, dimana saya dan bang eri masih bersama, setelah perjalanan yang tentu saja tidak lurus dilalui... telah 2 album dirilis, dan kini album ketiga sedang dimatangkan... Semakin lama kami bermain, semakin yakin bahwa eksistensi musik ini tiada akan berarti jika tidak memiliki konsistensi... Apa lagi setelah saya membaca tulisan pada t-shirt merchandise yang dijual oleh Warta Jazz (sebuah surat kabar jazz yang terbit secara on line) di ajang Bandung World Jazz bulan Noivember 2009 lalu, Geliga tertera berdampingan dengan grup-grup jazz Indonesia yang telah lebih dulu mapan seperti Krakatau, Simak Dialog, Trisam, Zaro, Balawan dll... Sebuah pengakuan eksistensi Geliga dengan Jazz melayunya bukan? |
Eksistensi


