• Beranda
  • Artists / Bands
  • Event
  • Program
  • Tutorial
  • Contact Us

Popular

  • Geliga Band Usung Malay World Jazz
  • Jazz Paramount Insigh
  • Malacca Strait Jazz Festival 2008
  • Taukah anda tentang Musik Jazz
  • Mencecap Jazz Segala Rasa

Latest News

  • KOLEGIUM MUSIKUM: UNIMED
  • TRIO DINGO
  • Geliga; BERHANYUT DI ATAS SUNGAI TRADISI
  • Eye 2 eye
  • Kenapa Malacca Strait Jazz?
Home Kenapa Malacca Strait Jazz?

Main Menu

  • Beranda
  • Artists / Bands
  • Event
  • Program
  • Tutorial
  • Galeri
  • Contact Us

Interaktif

  • Buku Tamu
  • Forum
  • Member

Login Form



  • Lupa kata sandi anda?
  • Lupa nama pengguna anda?
  • Daftar

Clocks on Web

Get Adobe Flash Player

Events Calendar

« < September 2010 > »
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2

Statistics

Anggota : 122
Isi : 24
Links Situs : 6
Content View Hits : 7553
Kenapa Malacca Strait Jazz? PDF Cetak Email
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 20 Januari 2010 04:33

Selat Melaka merupakan “tapak ingatan dunia” [worlds plate of memory] tentang tumbuh dan berkembangnya peradaban bangsa Melayu. Bahwa selat Melaka menjadi semacam ‘tabung leher’ yang menghubungkan peradaban benua dunia yang berada di barat [occidental] dan peradaban dunia yang berada di sebelah timur [oriental]. Ketika menyebut selat Melaka, sekaligus orang bisa menitip segala nilai dan kenyataan romantik apakah itu purba, klasik, kekinian dan masa depan. Bahwa di selat ini terhidang pelayaran-pelayaran tersarat di dunia dalam bentuk perdagangan laluan maritim, sekaligus bertemunya peradaban-peradaban yang diangkut melalui pelayaran itu sendiri.

Di atas kapal-kapal cruise [pesiar] yang mengusung inter-continental tourism yang tak mengenal batas, maka di sepanjang selat Melaka-lah tersedia titik-titik romantik perhentian seperti Langkawi, Penang, Belawan, Selangor, Melaka, Dumai, Johor Bahru, Singapura hingga Bintan dan Palembang. Inilah titik-titik pertumbuhan tamadun Melayu yang mempengaruhi warna dunia. Selat ini menjadi taman dan media yang subur bagi perkembangan peradaban Melayu di muka bumi.

Selat Melaka, adalah wadah berhimpunnya air dengan kekuatan peradaban aquatic nya. Air menjadi anasir dominan yang mengisi bumi [70 persen]. Demikianlah peradaban, siapa yang bisa menaklukkan air, terutama gelombang [wave], maka dia lah yang menguasai dunia. Ingat adagium tua, Britain rule the wave, menjadi isnpirasi anak-anak Birtania menakluk dan melakukan perambahan ke sudut dan ceruk dunia. Demikianlah musik, juga harus menguasai gelombang; gelombang laut,  gelombang cahaya, gelombang suara, gelombang bunyi. Riau harus bisa memanfaatkan keperkasaan jenis-jenis gelombang-gelombang itu yang tersedia dan terhidang di selat Melaka.

Event Jazz yang gahara dan berlangsung dalam marwah yang terjulang di ranah Eropa, juga menggunakan tapak-tapak yang berdekatan dengan air laut. Akan di Belanda orang mengusung nama North Sea [laut utara] yang ditempel dengan diksi Jazz. Sehingga North Sea adalah mata hitam, sedangkan Jazz adalah mata putih, yang tak terpisahkan dalam korpus manusia modern di kontinental Eropa.

Demikian pula Java Jazz juga mengambil tapak ingatan sempena nama laut tempat kawasan romantik peradaban Jawa terbangun meranggi, sehingga mereka menyebutkan dengan sangat familiar, menjadi Java Jazz. Begitu pula JakJazz diambil sempena nama bandar besar yang  bertengger di tepi tebing sebuah laut yang bergelora [laut Jawa]. Begitulah nama Malacca Strait Jazz diambil, bertolak dari kesadaran perjalanan peradaban yang menyeruak melalui keperkasaan selat yang dalam sejarah merupakan selat tersibuk kedua setelah selat Channel yang memisahkan Inggris dan Prancis.

Kota-kota besar Melayu sejak dari Kuta Raja [Banda Aceh], Penang, Port Klang, Medan, Pekanbaru, Melaka, Johor Bahru, Singapura, Bintan-Batam, adalah kota-kota yang ’terberikan’ oleh inayah dan kaidah selat Melaka. Nama event jazz di Pekanbaru ini, adalah sebuah cara kota di Sumatera ini mengungkapkan terimakasihnya kepada selat yang menjadi laluan nurani dan peradaban Melayu di dunia. Sebuah kawasan yang bercita-cita mempertemu dan menggauli segala peradaban dan kebudayaan dunia. Di sini tersemai cita-cita masyarakat terbuka, masyarakat yang gairah dengan dialog, dan berkecenderungan membaharu [inovatif]. Dan dengan cara beginilah, orang Melayu, musik Melayu, tamadun Melayu menyapa dunia.

Merangsang kembali ingatan orang tentang Pekanbaru, sebuah kota yang menggelegak dengan perkembangan musik, salah satunya jazz, yang juga sebuah tapak yang bakal ditabal sebagai kota jazz di selat Melaka.

Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 20 Januari 2010 04:35 )
 

Drive Thru

  • Warta Jazz
  • Java Jazz Festival
  • Info Jazz
  • Dewan Kesenian Riau
  • Ninetynine Production
  • Geliga Jazz

Image Show

Polls

Musik Kesukaan Anda....!?
 

Web Board

Who's Online

Ada 19 tamu online

Copyright© 2010 Riaujazzturbulence.com All Rights Reserved.